Sabtu, 08 Juni 2024

Cara atasi siaran tv hilang

 Buat saudara-saudaraku untuk pengguna parabola jaring pasti banyak yang bingung kenapa chanel pada hilang?


Itu dikarenakan adanya info pergantian satelite palapa D menjadi satelite Nusantara, yang sampai saat ini masih gagal orbit tetapi beberapa stasiun TV sudah banyak yag beralih dari PALAPA D ke TELKOM 4 ada beberapastasiun antara lain

SCTV

INDOSIAR

METRO TV

TVRI

TVONE

NET TV 

dan beberapa yang sudah pindah

Jangan keburu2 untuk panggil tekhnisi seperti saya (hehehehe ga dapat duit dong saya-red) 

Saya akn membagikan tips dan cara agar muncul kembali

Langkah2 nya

1. Pastikan transTV, ANTV dan TRANS7 masih ready

2. Masuk ke pengaturan riciever (tekan MENU lalu tambah siaran)

3. Cari satelite TELKOM 4 lalu tambah TP masukkan satu peraatu TP dibawah ini


SCTV / Indosiar TP 4005 H 9000 (pengguna riciever lama - mpeg2) atau TP 4112 H 12250 bagi pengguna mpeg4 (terbaru).


Riciever Baru mpeg4

TVOne dengan, Metro TV, ANTV, Lejel Home, KTV,, Kompas TV yang TP nya 3720 H 32727


Riciever mpeg2 diisi

NET dengan TP 3986 H 4700/3991V4690

TVOne 4174 H 6000

ANTV  3850 H 6000Jika sudah diisi silahkan tekan warna biru untuk cari siaean, lalu tunggu beberapa saat akan mencari dan jika sudah seesai silahkan tekan OK lalu cek programnya 

Demikian cara memperbaiki siaran TV yang banyak hilang,

SEMOGA BERMANFAAT dan tunggu update cara mengatasi paeabola maupun laptop serta jaringan LAN, WIFI dan WAN

Penulis : HARIONO

Jumat, 19 April 2024

Kapolda pantau jalur kunjungan kerja presiden

 


Kapolda Sulbar dan PJU Pantau Jalur yang Akan Dilalui Presiden Jokowi Saat Berkunjung ke Sulbar


Presiden Joko Widodo direncanakan  melakukan kunjungan kerja di Sulbar dalam waktu dekat ini. Pada kunjungan kali ini, tiga kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Barat bakal didatangi salah satunya kab mamasa.

Jumaat 19 april 2024,dalam persiapannya, Polda Sulbar melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan keamanan dan kelancaran jalur yang akan dilalui Presiden. Salah satu langkah yang diambil adalah penggunaan helikopter untuk memantau jalur yang akan dilewati Presiden. 

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar didampingi Karo Ops Polda Sulbar Kombes Pol Nyoman Artana, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Virasandy Asmoro dan Kabid Dokkes Polda Sulbar dr Effri Susanto.

Kapolda Irjen Pol Adang Ginanjar mengatakan, Polda Sulbar sendiri telah bekerja keras untuk memastikan kunjungan Presiden berlangsung dengan aman dan lancar. 

“Sejumlah petugas kepolisian Polda Sulbar dan jajaran, telah dikerahkan untuk mengawasi persiapan dan jalur yang akan dilalui Presiden Jokowi dalam kunjungannya nanti,” Kata Irjen Pol Adang Ginanjar.

Dalam upaya untuk meningkatkan pengawasan terhadap jalur yang akan dilalui Presiden, Kapolda Sulbar bersama PJU menggunakan helikopter sebagai sarana pemantauan udara. Penggunaan helikopter dalam memantau jalur yang akan dilalui oleh Presiden merupakan salah satu strategi yang efektif dalam mengantisipasi potensi gangguan atau kendala lainnya yang mungkin terjadi. 

Kapolda menambahkan, Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sulawesi Barat ini memiliki arti penting bagi pembangunan dan kemajuan daerah tersebut. 

“Oleh karena itu, pihak kepolisian bersama dengan berbagai pihak terkait lainnya berkomitmen untuk memastikan bahwa kunjungan ini berjalan dengan lancar dan sukses,” Jelasnya. 

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo sendiri diketahui akan berkunjung ke tiga kabupaten yang ada di Provinsi ke 33 tersebut diantaranya di Kabupaten Mamasa, Kabupaten Polman dan Kabupaten Mamuju.

Penulis : HARIONO

Kamis, 04 April 2024

Mamasa mulai seleksi calon paskibraka nasional

 

Di mamasa mulai seleksi calon paskibraka nasional

4 april 2024 di kota mamasa tepatnya di kantor gadis kab mamasa samping lampu merah.

Calon paskibrak berjumlah 194 siswa dari setiap perwakilan sekolah yang ada di mamasa sulawesi barat.

Rabu, 03 April 2024

Odgj di mamasa bunuh ke 2 orang tuanya

 


Kapolres Mamasa Kunjungi TKP Pembunuhan di Tanete Batu, Berikut Kronologinya

Kapolres Mamasa Akbp Muhammad Amiruddin S.I.K beserta rombongan, Monitoring terhadap kasus pembunuhan pasutri oleh anak kandungnya sendiri di Tanete Batu, Rabu 3 April 2024

Kapolres Mamasa Akbp Muhammad Amiruddin S.I.K didampingi Oleh Kabag Ops Polres Mamasa Akp Dedi Yulianto S.H., M.H., Kasat Reskrim Polres Mamasa Akp Eru Reski, S.T.K., S.I.K, Kanit Idik II Sat Reskrim IPDA Jhon Franklin dan Kapolsek Sumarorong Iptu Reynhard, beserta Anggota Reskrim dan Unit Identifikasi Polres Mamasa beserta Anggota Polres/Polsek lainnya.

Kronologi kejadian bahwa korban pasutri berinisial (LA) dan (B) yang meninggal dunia tersebut dibunuh dengan cara dianiaya terlebih dahulu dengan menggunakan Sebilah Badik dan Parang oleh anak kandungnya sendiri. diketahui motif dari anaknya tersebut karena diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) yang membuatnya tega membunuh orang tua kandungnya.

Fakta dilapangan dari hasil klarifikasi terhadap sejumlah saksi yakni setelah pelaku  melakukan aksinya membunuh kedua orang tuanya di halaman sekitaran rumah, selanjutnya pelaku mengangkat satu demi satu tubuh korban untuk dimasukkan dan dibaringkan kedalam rumah.  Setelah itu kemudian pelaku melarikan diri ke dalam hutan dengan membawa anak kandung perempuannya yang masih berusia 7 tahun.

Dari waktu yakni setelah pelaku membunuh kedua orang tuanya lalu berlari ke dalam hutan,  kemudian sekitar pukul 11.30 Wita pelaku kembali ke Rumah miliknya atau di TKP. Bahwa di TKP pada saat itu sementara banyak berkumpul warga bersama dengan Nakes dari Puskesmas Messawa juga beberapa Anggota Polsek. Ternyata kedatangan pelaku tidak disadari, dan ketika pelaku tiba di TKP secara langsung dan membabi buta mengejar warga dan orang-orang  yang pada saat itu berkumpul ditempat tersebut. Sontak kerumunan warga dan orang-orang terhambur seketika untuk menyelematkan diri. 

Pengejaran yang dilakukan pelaku akhirnya berhasil mendapati salah seorang yakni Dokter Perempuan yang diketahui bernama dr. Eka Pallasa, tanpa belas kasih dan rasa kemanusiaan pelaku lalu dengan parang yang dipegang di tangannya langsung mengayunkan dan menyabet bahagian tubuh yakni Leher dr. Eka. Setelah menganiaya dr. Eka, pelaku lalu kembali mengejar salah seorang warga yg bernama Titus Tato dan lagi-lagi tanpa belas kasih menganiaya ybs dengan menusukkan badik miliknya yang juga dibawa dan dipegang disalah satu tangannya menusuk bahagian punggung belakang. Petugas Polsek Sumarorong yang berada di TKP saat dari awal setelah melihat kejadian beberapa kali berteriak dan mengeluarkan tembakan, akan tetapi hal itu tidak dipedulikan oleh Pelaku.

Tembakan peringatan yang diletuskan petugas tidak membuat takut pelaku, malahan pelaku lalu mendatangi petugas, dan dengan sigap petugas dengan mempertimbangkan bahwa tidak ingin adanya korban lain, akhirnya pada saat itu mengambil tindakan tegas terukur dengan melakukan penembakan ke bagian kaki untuk melumpuhkan pelaku. Ternyata timah panas yg bersarang di kaki pelaku tidak menyurutkan niatnya untuk tetap berjalan, dan saat parang yg dipegangnya akan diayunkan ketubuh salah seorang petugas dan warga yang berada di tempat tersebut, dari situlah tembakkan lalu dilesatkan dan mengenai bahagian pinggang pelaku yang membuatnya tumbang dan meninggal ditempat.

dr. Eka Pallasa dan Titus Tato yang juga menjadi korban langsung dilarikan ke Rumah sakit Polewali dikarenakan kekhawatiran atas luka yg dialaminya yang diperediksi sangat parah.

Kapolres Mamasa Akbp Muhammad Amiruddin yang tiba di TKP langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengamanan dan meninjau langsung proses identifikasi kepada Korban Pasutri, dan untuk pelaku dibawa langsung ke Rumah Sakit Mamuju untuk diatopsi

Dalam kejadian ini diketahui dua orang korban dan satu pelaku meninggal dunia, dan dua korban lainnya masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Polewali.

Di mamasa odgj bunuh ayahnya dan ibunya


Anak Bunuh Ayah dan Ibu Kandungnya sendiri.

Pasangan suami istri bernama Leppa Assa (70) dan Bue (66) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tewas dibunuh oleh anak kandungnya sendiri bernama Yohanis Jufri (42).

Polisi menyebut...!!pelaku langsung kabur ke hutan usai menghabisi nyawa kedua orang tuanya mamasa.

Bapaknya dengan mamanya (korban)," kata Kasi Humas Polres Mamasa Iptu Andi Panaungi, Rabu (3/4/2024) Siang menjelang sore.

Pembunuhan ini terjadi di Desa Tanete Batu, Kecamatan Messawa, Rabu (3/4). 

Andi mengaku belum mengetahui secara pasti kronologis kejadian ini, tapi kedua korban tewas dengan sejumlah luka akibat senjata tajam.

Diparangi, tewas di rumahnya," katanya.

Sementara itu, Sekcam Messawa Lora Maya Oktavia yang berada di lokasi menyebut jika pelaku merupakan penderita gangguan jiwa. Dia menyebut jika pelaku baru saja dijemput pulang dari kampung istrinya karena mengamuk.


"Gangguan jiwa (pelaku). Dijemput dari kampung istrinya kemarin karena di sana sempat mengamuk," kata Lora Maya.


"Baru satu hari di sini sudah kejadian (pembunuhan),"sambungnya.


Tak berselang lama setelah kejadian pembunuhan, pelaku kemudian kembali dari pelariannya lalu mengamuk di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). 


Saat mengamuk, ia sempat melukai seorang warga dan Dokter yang hendak memeriksa korban yang sebelumnya ia bunuh.


Polisi kemudian mengambil tindakan untuk melumpuhkan pelaku. 


Namun, sesaat setelah dilumpuhkan ia masih mengamuk, hingga polisi harus bertindak tegas, pelaku kemudian tewas di tangan polisi setelah dihadiahi timah panas.

Pengecoran jalan desa tidak menggunakan papan proyek

 


Pengecoran jalan di dusun dama'-dama' desa rantetangnga kab mamasa sulbar.

Di mulai pada tgl 2 april 2024.

Pengecoran ini di mulai dikerjakan masyarakat setempat dengan panjang kira kira 50 meter lebar 2 meter dan ketebalan 13 cm,menggunakan campuran 1,2,3 anggaran yang di gunakan tidak di ketahui karena tidak menggunakan papan proyek.

Ini anggaran dari desa rantetangnga kecamatan tawalian yang di gunakan untuk pengecoran jalan dusun dama'-dama'.

ODGJ serang beberapa warga termasuk dokter

 


Baru saja Terjadi di Desa Tanete Batu kec, Messawa, Kabupaten Mamasa Pemb* atas 2 warga oleh anaknya Sendiri yg terindikasi ODGJ. Selanjutnya terjadi penyerangan saat Evakuasi  Kepada Dokter dan warga, dan saat ini Korban sudah dilarikan ke PKM Messawa. Sementara Korban dari pihak medis saat ini sudah di rujuk ke RSUD Polewali mandar 

Kami sengaja Tidak Menampilkan Secara Detail kronologi kejadian Hanya potongan Vidio Saat Evakuasi setelah Kejadian, pelaku dan Korban Kami tidak Tampilkan di Vidio ini untuk menjaga Privasi publik.

03 -04-2024 Dan selanjutnya Pelaku terpaksa di lumpuhkan karna Sangat Membahayakan Warga dan Petugas yang hendak Mengevakuasi Korban dan Pelaku.